Hello !! >

Hi, welcome to my world, enjoy this blog :D

Selasa, 25 November 2014

Arti Guru Bagiku

Guru memang pahlawan. Itu pasti. Yang meskipun tanpa tanda jasa, tetap saja merupakan sosok pahlawan dalam hidupku. Pun bagi semua orang di seluruh dunia.

Memasuki semester awal di dunia perkuliahan, membuatku merasa kangen dengan guru-guru yang selama ini tidak hanya sekadar menjadi guru, namun sudah seperti sahabat bagiku. Terutama guru-guru HARAPAN BUNDA, sekolah swasta berbasis Islam di bagian timur kota Semarang, ibu kota Jawa Tengah.



Teman-temanku di Sastra Inggris Universitas Diponegoro sampai keheranan melihatku sebegitu kangennya dengan sosok guru, yang bagi mereka selama ini hanya sekadar 'seorang guru' di kehidupan mereka.

Mereka, teman-temanku di Sastra Inggris, hanya mengerutkan dahi saat aku menceritakan sedekat apa hubungan yang terjalin di antara guru dan murid di Harapan Bunda. Wajar saja, Harapan Bunda memang sekolah swasta yang masih terbilang baru. Jumlah murid yang masih sedikit memungkinkan para guru sanggup menghafal setiap anak dari tiap angkatan saat masih bersekolah di sana. Ketika telah luluspun, aku dibuat kagum melihat para guru tetap hafal nama-nama kami-aku dan teman satu angkatan. Meski terkadang para guru lupa nama kami, mereka tetap mengingat wajah kami.

Hal lain yang membuat guru Harapan Bunda menjadi spesial adalah, mereka mampu bersikap tegas sebagai seorang guru, mereka memiliki karisma yang menjadikan kami hormat, namun mereka juga dapat bersikap sangat bersahabat di luar kelas. Tidak jarang aku selaku remaja labil meminta nasihat atau hanya sekadar menumpahkan segala keluh kesah kepada guruku, tanpa rasa canggung. Itu ajaibnya guru Harapan Bunda! Karakter guru yang seperti itu tidak pernah kutemukan di tempat lain.

Itu hanya satu di antara banyak kelebihan yang dimiliki guru Harapan Bunda, yang membuatku selalu bangga menceritakannya pada teman-temanku. Mengatakan dengan lantang: AKU SAYANG GURUKU.

Hari guru bukan satu-satunya caraku mengungkapkan rasa terima kasih yang teramat dalam, namun sayang bila melewatkannya begitu saja tanpa kalimat spontan yang terlintas di pikiranku dan berhasil tertuang di sini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar