Hello !! >

Hi, welcome to my world, enjoy this blog :D
Tampilkan postingan dengan label Tiga Kata Punya Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tiga Kata Punya Kisah. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 April 2013

LEMBARAN-GUGUR-MENJALAR


Sedikit demi sedikit, aku mencoba menyatu dengan LEMBARAN-lembaran suci di tanganku. Tanpa perlu bersusah payah mencari tempat mengadu, segala beban perlahan GUGUR dari pundak ini. Alunannya sungguh menentramkan. Dan aku mulai beralih membaca kolom berbahasa Indonesia di sebelahnya. Membaca terjemahan, membuatku mengerti. Membangunkan kesadaranku yang sempat tertidur, akan sebenar-benarnya tempat kembali. Tentang perjuangan sebenarnya bagi ruh yang masih menyatu dengan jasad. Detik ini, damai MENJALAR di sepanjang aliran nadiku.

Sabtu, 23 Februari 2013

SAPU-GIGI-KERETA



Dia tersenyum memamerkan deretan GIGInya yang terawat. Mencium takzim punggung tangan ibunya. Menyadari anak sematawayangnya akan pergi merantau, sang ibu meletakkan SAPUnya begitu saja, lantas berlari masuk ke dalam rumah. Kembali dengan amplop di tangan. Dia menolak, modal seadanya yang telah dikumpulkan tiga tahun terakhir dirasa cukup. Dia ingin mandiri. Berangkat menuju stasiun, KERETA akan membawanya mencari kehidupan.

REM-LEM-KOL



Bu Erlau tersenyum. Dia akan mengajari teknik kolase pada anak didiknya. Kertas gambar, gunting, LEM, kertas marmer, bingkai, semua lengkap. Bu Erlau menginjak REM dan memarkirkan mobilnya begitu sampai di gedung yang amat dicintainya. Beberapa menit setelah pelajaran dimulai, sesuatu menarik perhatiannya, gambar milik Gero. Bu Erlau bertanya mengapa Gero menggambar mangkuk sayur KOL, bukan mobil atau robot seperti teman laki-lakinya. Mami Gero suka membuatkan sayur kol yang enak, Gero suka, ungkapnya riang. Bocah itu tidak bersedih, matanya justru berbinar menyiratkan kebanggaan yang teramat dalam. Bu Erlau menahan air matanya supaya tidak jatuh. Mami Gero telah lama meninggal.

KAWAT-KRIPIK-ANGIN



Aku sudah muak. KAWAT melingkar ini menyiksaku. Pujian mereka yang asyik memandangiku sambil mengunyah KRIPIK sama sekali tidak berarti bagiku. Aku berharap, suatu hari nanti aku akan berkumpul kembali dengan ANGIN yang setia menemaniku jelajahi cakrawala. Terbang meninggalkan sangkar ini.

BUKU-RANTING-RINDU



Lemah aku terbaring. Sungguh berharap semua ini hanya mimpi, lalu aku akan terbangun suatu saat nanti. Aku mengulurkan tanganku yang sekurus RANTING, menggapai pensil dan BUKU harian yang sama kusutnya dengan wajah dan masa depanku. Rasa ini kian membuncah. RINDU terhadap mata yang cerah, senyum yang ceria, dan terutama pada tubuh sehatku. Narkoba ini telah merenggut pelangiku.

ATAP-HIJAU-MAWAR



Aku termenung disini. Di tengah hutan dengan HIJAU memenuhi setiap sudut mata memandang. Hilang arah. Tidak tahu lagi kemana harus melangkah. Tiba-tiba muncul titik merah disana. Aku berlari mengejarnya dan menemukan rumpun MAWAR. Hebat. Rumpun mawar itu tepat menutupi sebuah desa. Dari balik mawar, kutemukan ATAP-ATAP berjejeran. Aku selamat !!